Portal Media Kesehatan Terbaik

Loading...
Loading...

Setelah 2 Tahun Berduka Karena Kepergiannya, Tanpa Sengaja Aku Melihatnya, Ternyata....

Sponsored Links
.
.
Loading...
Saya dan Kevin tumbuh berbarengan sejak kecil. Kami juga satu kuliah dan automatis, kami jadi sepasang kekasih. Begitu kami lulus, kami memutuskan untuk menikah. Tak ada rumah, mobil juga tak ada, terlebih tabungan, namun kami bekerja keras untuk hidup.


 Kami berpikir untuk tunda memiliki anak, buat hidup saja cocok banget apalagi ada anak. Namun tahun ke-5 pernikahan kami, ekonomi keluarga kami alami penambahan cepat! Kami mampu beli tempat tinggal, mobil, dan lain sebagainya. Namun, mendadak datang sebuah berita, suamiku alami kecelakan maut.
Kecelakaan mobil itu mengambil nyawa suamiku... Saya pingsan saat dengar berita ini. Waktu saya sadar, saya berjumpa dengan orang tua suamiku yang datang dari desa. Nyatanya, upacara pemakaman telah usai dilaksanakan, saya bahkan juga tak pernah melihatnya untuk paling akhir kalinya.

Keadaanku lemas, saya juga pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatanku, nyatanya saya hamil 2 bulan. Anak dalam kandunganku yaitu hasil dari cinta kami berdua, karenanya, saya berjuang keras untuk m3l4hirkan dan membesarkannya sebagai bukti cintaku padanya!
Namun orang tua Kevin, suamiku tak sepakat! Mereka memohonku untuk lakukan 4bor5i. Argumen mereka tidak dapat kuterima. Mereka berkata bila saya masihlah sangat muda untuk menjaga seorang anak. Tetapi, saya tetap bersikeras untuk m3l4hirk4n anak ini. Satu tahun lalu, saya memperoleh berita bila orang tua suamiku telah geser dan mulai sejak waktu itu, saya tak pernah bisa menghubungi mereka kembali.

2 tahun juga berlalu, saya bekerja di kota lain. Managerku, Hendra, begitu suka pada pekerjaanku dan dia iba dengan kisahku 2 tahun ini. Dia yaitu seseorang pria yang tangguh dan saya sebagai seorang janda yang masihlah membutuhkan pria untuk dihandalkan, pada akhirnya saya terima cintanya.
Hari itu, saya dan Hendra jalan-jalan jalan di kota serta ketika itu, saya lihat muka yang begitu tak asing! Muka itu seperti begitu kukenal, ternyata dia suamiku yang telah wafat! Saya Shock! Tidak tahu mesti geram atau tak! Saya lihat seorang wanita muda keluar dari ruang ubah dan dengan senyuman manisnya dia berkata ke pria itu, Kevin, " Suamiku, pakaian ini bagus tidak? "

Wanita ini yaitu rekan kuliah kami berdua! Dia wanita kaya raya dan begitu terhormat di daerah ini. Di titik itu, saya sadar! Dia tak mati lantaran kecelakaan! Dia dan orangtuanya berniat membuangku yang miskin ini dan menikah dengan wanita kaya untuk hartanya! Hatiku hancur, geram, tetapi tidak berdaya.

Mereka mengerti keberadaanku. Dia merangkul tangan Kevin sembari menghina, " Oh nyatanya elu disini juga? Bagaimana kehidupanmu sesudah bercerai? ".

Apa!? Saya bercerai!? Saya jawab, " Kevin dan saya sekalipun tak bercerai! Putra kami telah berumur 2 tahun saat ini, saat dia tidak kasih tahu elu? "

Saya juga gandeng tangan managerku dan pergi dari situ secepat mungkin saja.

Esoknya, Kevin mencariku. Dia memberiku duit 10 juta dan ajukan perceraian. Di depan Hendra, manager dan calon suamiku, saya koyak check seharga 10 juta itu serta dengan suka hati saya segera pergi lakukan perceraian dengannya.
Tak lama kemudian, berita burung datang ke telingaku. Perusahaan yang dia buka bangkrut dan dia bercerai lagi. Saat pihak keluarga dari selingkuhannya tahu kebenarannya, mereka memutuskan jalinan mereka. Sekarang hidupku bahagia berbarengan anakku dan Hendra, managerku yang baik hati.
Sponsored Links
Loading...
Tag : Tips
loading...
Back To Top