Portal Media Kesehatan Terbaik

Loading...
Loading...

Malaikat Maut Menangis Saat Cabut Nyawa Wanita Ini. Ternyata Apa Yang Dilakukan Sungguh Mengejutkan

Sponsored Links
.
.
Loading...

Satu kisah mengharukan ini membuka perlakuan malaikat waktu mencabut nyawa wanita. Kisah ini tercantum dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi, di dalamnya menceritakan malaikat maut pernah menangis saat akan menyabut nyawa seorang wanita yang begitu mulia di mata Allah.


ilustrasi-kemat_20160322_191950Malaikat maut mengatakan : 

“Aku pernah menangis waktu mencabut nyawa seorang wanita. Waktu itu ia barusan m3l4h!rk4n di padang pasir. Saya menangis waktu mencabut nyawanya karena mendengar bayi itu menangis dan tak ada seorang juga ada disana. ”kata malaikat maut.

Malaikat yang cuma ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala itupun begitu terharunya waktu dianya sukses menyelamatkan si bayi . Tanpa ada diduga, bayi itu juga tumbuh besar dan jadi seorang ulama yang dicintaiNya.

Awal kisah malaikat maut yang menangis itu berawal saat dirinya mencabut nyawa wanita yang memiliki dua anak yang masihlah kecil. Wanita dan anak – anaknya itu mengalami kecelakaan di sungai dan nyaris terbenam. Tetapi, kedua anaknya itu masihlah di beri kesempatan hidup oleh Allah SWT.

Malaikat maut itu menolong menepikan kedua anak malang itu. Ketika itu, Malaikat Maut menangis karena ia mesti mencabut nyawa ibunya sesaat anak – anaknya tidak ditakdirkan untuk wafat.

Tetapi malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawa itupun dengan terpaksa menyabut nyawa si wanita itu. Dan dengan izin Allah, kedua anak itu sama-sama jadi raja di dua daerah yang berbeda.

Rasulullah SAWA berfirman : 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُم�' لَا يَس�'تَأ�'خِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَس�'تَق�'دِمُونَ 

Masing-masing umat memiliki batas saat ; jadi jika sudah datang waktunya mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun serta tidak bisa (juga) memajukannya. (QS. Al A’raf : 34)

قُل�' لَا أَم�'لِكُ لِنَف�'سِي ضَرًّا وَلَا نَف�'عًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُم�' فَلَا يَس�'تَأ�'خِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَس�'تَق�'دِمُونَ 

Katakanlah : “Aku tak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tak (juga) manfaat pada diriku, tetapi apa yang diinginkan Allah”. Tiap-tiap umat memiliki ajal. Jika sudah datang ajal mereka, jadi mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun dan tak (juga) mendahulukan (nya). (QS. Yunus : 49)

وَلَن�' يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَف�'سًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَع�'مَلُونَ 

Dan Allah sekali-kali akan tidak menangguhkan (kematian) seorang jika sudah datang saat kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang anda kerjakan.  (QS. Al Munafiqun : 11).

Subhanallah! 

Dari kisah ini dapat kita petik satu pelajaran bila semua orang yang hidup dan tumbuh besar didunia ini tidaklah dari orang lain, tetapi dari Allah SWT yang masihlah memberikan saat pada umatnya untuk tetaplah hidup di dunia.
Sponsored Links
Loading...
Tag : Islami, Kisah
loading...
Back To Top